<a href="http://www.initogel.net">Prediksi Angka Main Togel</a>
<a href="http://www.initogel.net">Prediksi Togel Hari Ini</a>
<a href="http://www.initogel.net">Angka Main Togel</a>
<a href="http://www.initogel.net">Bocoran Togel Hari Ini</a>
<a href="http://www.initogel.net">Sio Togel Hk</a>
Jumat, 23 Februari 2018
Prediksi Togel VenetianMacau Minggu, 25 February 2018 ~ PREDIKSI TOGEL KAPAL4D.COM
<a href="http://www.initogel.net">Prediksi Angka Main Togel</a>
<a href="http://www.initogel.net">Prediksi Togel Hari Ini</a>
<a href="http://www.initogel.net">Angka Main Togel</a>
<a href="http://www.initogel.net">Bocoran Togel Hari Ini</a>
<a href="http://www.initogel.net">Sio Togel Hk</a>
<a href="http://www.initogel.net">Prediksi Togel Hari Ini</a>
<a href="http://www.initogel.net">Angka Main Togel</a>
<a href="http://www.initogel.net">Bocoran Togel Hari Ini</a>
<a href="http://www.initogel.net">Sio Togel Hk</a>
Selasa, 13 Februari 2018
Ngentot Mertua Di Pagi Hari
Cerita Sex Panas Ini
Berjudul”Ngentot Mertua Di Pagi Hari”Cerita Sex,Cerita Panas,Cerita
Dewasa,Cerita Mesum,Cerita Ngentot,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex
Tante,Cerita Sex Selingkuh,Cerita Sex Pasutri.Cerita Seks Terbaru 2017
Cerita Sex-Menikah, dengan seorang wanita yang sangat cantik dan molek. Aku dikaruniai Tuhan 2 orang anak yang lucu-lucu. Rumah tanggaku bahagia dan makmur, walapun kami tidak hidup berlimpah materi. Boleh dibilang sejak SMA aku adalah pria idaman wanita. Bukan karena fisikku yang atletis ini saja, tapi juga karena kemampuanku yang hebat (tanpa bermaksud sombong) dalam bidang olahraga (basket dan voli, serta bulu tangkis), Seni (aku mahir piano dan seruling) dan juga pelajaran (aku menduduki peringkat ketiga sebagai pelajar terbaik di SMAku).

Bedanya waktu di SMA dahulu, aku tidak terlalu tertarik dengan hal-hal seperti seks dan wanita, karena saat itu konsenterasiku lebih terfokus pada masalah akademisku. Bakat playboyku mulai muncul setelah aku menjadi seorang kepala rumah tangga. Aku mulai menyadari daya tarikku sebagai seorang pria normal dan seorang pejantan tangguh. Sejak diangkat sebagai kabag bagian pemasaran inilah, pikiran- pikiran kotor mulai singgah di otakku. Apalagi aku juga hobi menonton film-film biru.
Wanita lain yang sempat hadir dihatiku adalah Maya. Dia adalah rekan kerjaku,
sesama pegawai tapi dari jurusan berbeda, Accounting. Dia berasal dari Surakarta,
tinggal di Bandung sudah lama.
Kami sempat menjalin hubungan gelap setahun setelah aku menikah dengan Lilis, istriku. Hubungan kami tidak sampai melakukan hal-hal yang menjurus kepada aktivitas seksual.
Hubungan kami hanya berlangsung selama 6 bulan, karena dia pindah ke lain kota dan dinikahkan dengan orang tuanya dengan pria pilihan mereka. Dasar nasib!!! Niatku berpoligami hancur sudah.
Padahal aku sudah berniat menjadikannya istri keduaku, walau istri pertamaku suka atau tidak. Karena frustasi, untuk beberapa bulan hidupku terasa hampa.
Untungnya sikapku ini tidak bertahan lama, karena di tahun yang sama aku berkenalan dengan seorang teman yang mengajariku gaya hidup sehat, bodybuilding.
Saat itu, sekitar tahun 1998, yang namanya olahraga fitness, bukanlah suatu trend
seperti sekarang. Peminatnya masih sedikit. Gym-gympun masih jarang.
Sejujurnya aku malas berbodybuilding seperti yang dilakukan temanku itu. Apalagi saat itu sedang panas-panasnya isu politik dan kerusuhan sosial. Belum lagi adanya krismon yang benar-benar merusak perekonomian Indonesia.
Untungnya perusahaan tempatku bekerja cukup kuat bertahan badai akibat krismon, hingga aku tidak turut diPHK. Namun temanku yang sangat baik itu terus memotivasiku, hingga tak sampai 3 bulan
Aku yang tadinya hanya seorang pria berpostur biasa-biasa saja-walaupun aku bertubuh atletis, menjadi seorang atlet bodybuilding baru yang cukup berprestasi di kejuaraan-kejuaraan daerah maupun nasional.
Hebatnya lagi kantorku dan seluruh keluargaku ikut mendukung semua aktivitasku itu. Kata mereka ”kantor kita punya Ade Rai baru, hingga kita tidak perlu satpam atau bodyguard baru” suatu anekdot yang sudah menjadi santapanku berhari-hari.
Semakin berlalunya waktu, aktivitas bodybuilderku kukurangi. Apalagi aku sudah
diangkat menjadi kabag pemasaran sekarang, di mana keuntungan mulai berpihak
pada perusahaan tempatku bekerja.
Aku mulai bertambah sibuk sekarang. Namun untuk menjaga fisikku agar tetap bugar dan prima, aku tetap rutin basket, voli, dan bersepeda. Hanya 2 kali seminggu aku pergi ke tempat fitness.
Hasilnya tubuhku tetap kelihatan atletis dan berotot, namun tidak sebagus ketika aku menjadi atlet bodybuilding dadakan.
Sewaktu aku menjadi atlet bodybuilding, banyak wanita melirikku. Beberapa di
antaranya mengajakku berkencan.
Tapi karena saat itu aku sedang asyik menekuni olahraga ini, tanggapan dan godaan mereka tidak kutanggapi. Salah satu yang suka menggodaku adalah Mia. Dia adalah puteri tetangga mertuaku. Baru saja lulus SMA,
Dan dia akan melanjutkannya ke sebuah PTn terkenal di kota Bandung. Gadis itu
suka menggoda di setiap mimpiku dan bayangannya selalu menghiasi pikiranku saat aku menyetubuhi istriku. Kisahku dengan Mia akan kuceritakan lain waktu.
Seperti biasanya, aku bangun pagi. Pagi itu aku bangun pukul 04.30 pagi. Setelah
cuci muka, aku mulai berganti pakaian. Aku akan melakukan olahraga pagi. Udara
pagi yang sehat memang selalu memotivasiku untuk jogging keliling kompleks
perumahanku.
Dengan cuek aku memakai baju olahraga yang cukup ketat dan pas sekali ukurannya di tubuh machoku ini. Kemudian aku mengenakan celana boxer
yang juga ikut mencetak pantatku yang seperti dipahat ini.
Aku sengaja bersikap demikian demi mewujudkan impianku, menggoda Mia dengan keindahan tubuhku.
Menurut kabar, dia juga suka jogging. Niatku bersenang-senang dengan Mia
memang sudah lama kupendam. Namun selama ini gadis itu selalu membuatku
gemas dan penasaran. Dia seperti layangan yang diterbangkan angin, didekati
menjauh, dijauhi mendekat.
Tak berapa lama jogging, tubuhku pun sudah mulai keringatan. Peluh yang
membasahi kaus olahragaku, membuat tubuh kokoh ini tercetak dengan jelas. Aku
membayangkan Mia akan terangsang melihatku.
Tetapi sialnya, pagi itu tidak ada tanda-tanda Mia sedang berjogging. Tidak kelihatan pula tetanggaku lainnya yang biasa berjogging bersama. Padahal aku sudah berjogging sekitar 30 menit.
Saat itu aku baru sadar, aku bangun terlalu pagi. Padahal biasanya aku jogging jam 06.00 ke atas. Dengan perasaan kecewa aku balik ke rumah mertuaku. Dari depan rumah itu tampak sepi.
Aku maklum, penghuninya masih tertidur lelap. Tadi pun saat aku bangun, tidak terdengar komentar istriku karena dia sedang terlelap tidur setelah semalaman dia menemani anakku bermain playstation.
Saat aku berjalan ke arah dapur untuk minum, aku melihat ibu mertuaku yang seksi itu sedang mandi. Tampaknya dia sudah bangun ketika aku berjogging tadi.
Kamar mandi di rumah mertuaku memang bersebelah-sebelahan dengan dapurnya.
Setiap kali anda ingin minum, anda harus melewati kamar mandi itu. Seperti
disengaja, pintu kamar mandi itu dibiarkan sedikit terbuka, hingga aku bisa melihat
bagian belakang tubuh molek mertuaku yang menggairahkan itu dengan jelas.
Mertuaku walaupun usianya sudah kepala 4, tapi masih kelihatan seksi dan molek,
karena dia sangat rajin merawat tubuhnya. Dia rajin senam, aerobik, body language,
minum jamu, ikut diet sehat, sehingga tak heran tubuhnya tidak kalah dengan tubuh wanita muda usia 30-an.
Melihat pemandangan syur itu, kontan batangku mengeras. Batang besar, panjang,
dan keras itu ingin merasakan lubang hangat yang nikmat, basah, dan lembab.
Batang itu juga ingin diremas-remas, dikulum, dan memuncratkan pelurunya di
lubang yang lebih sempit lagi.
Sambil meremas-remas batangku yang sudah mulai tegak sempurna ini, kuperhatikan terus aktivitas mandi mertuaku itu. Akhirnya timbul niatku untuk menggaulinya.
Setelah menimbang-nimbang untung atau ruginya, aku pun memutuskan nekat untuk ikut bergabung bersama ibu mertuaku, mandi bersama. Kupeluk dia dari belakang, sembari tanganku menggerayang liar di tubuh mulusnya. Meraba mulai dari leher sampai kemaluannya.
Awalnya ibu mertuaku kaget, tetapi setelah tahu aku yang masuk, wajah cantiknya langsung tersenyum nakal.
”Panji, nakal kamu” katanya sambil balas memelukku. Dia berbalik, langsung
mencium mulutku.
Tak lama kami sudah berpagut, saling cium, raba, dan remas tubuh masing-masing. Dengan tergesa kubuka bajuku dibantu mertuaku hingga aku sudah bertelanjang bulat. Batangku pun mengacung tegang, besar, dan gagah.
Kami pun melakukan pemanasan sekitar 10 menit dengan permainan oral yang
nikmat di batangku, sebelum kemaluannya kutusuk dengan batangku. Permainan
birahi itu berlangsung seru.
Aku menyetubuhinya dalam posisi doggy style. Aku merabai payudaranya yang kencang itu, meremas-remasnya, mempermainkan putingnya yang sudah mengeras.
30 menit berlalu, ibu mertuaku sudah sampai pada puncaknya sebanyak 2 kali. 1 kali dalam posisi doggy, 1 kali lagi dalam posisi berhadap-hadapan di dinding kamar mandi.
Namun sayangnya, batangku masih saja mengeras. Aku panik karenanya. Aku khawatir jika batangku ini masih saja bangun sementara hari sudah mulai pagi. Aku khawatir kami akan dipergoki istriku.
Rupanya mertuaku mengerti kepanikanku itu. Dia kembali mengoral batangku yang masih bugar dan perkasa ini, lalu dia berbisik mesra,
”Jangan khawatir panji sayang, waktunya masih lama” katanya nakal.
Aku bingung mendengar ucapannya, tapi kubiarkan aktivitasnya itu sambil terus
mendesah-desah nikmat. Tiba-tiba ibu mertuaku menghentikan perbuatannya itu.
Dia langsung berdiri. Melihat itu, aku pun protes,
”Lho, bu, aku khan belum keluar?” suaraku parau, penuh birahi.
”Sabar sayang, kita lanjut di kamarku saja yuk” katanya mesra.
Aku pun tambah bingung. ”Tapi khan ada bapak?” suaraku masih saja parau, karena birahi.
”Tenang saja, bapakmu itu sudah pergi tak lama setelah kamu jogging tadi, dia ada
tugas ke Jawa” sahut ibu mertuaku sambil mengemasi pakaian olahragaku yang
tercecer di kamar mandi dan kemudian menggandengku ke arah kamarnya.
Begitu sampai di kamarnya, aku disuruhnya telentang di ranjang, sementara dia mengelap sisa-sisa air, keringat, dan sabun di tubuhnya dengan handuk kering yang sudah ada di kamarnya.
Lalu dia melakukan hal yang sama padaku. Setelah itu dia langsung saja mengambil posisi 69, mulai mengoral batangku kembali. Tak lama nafsuku pun bangkit kembali.
Kali ini aku bertekad akan membuat mertuaku keluar sampai tiga kali. Aku memang khawatir hubunganku di pagi ini akan ketahuan istriku, tapi
persetanlah…que sera-sera. Apapun yang akan terjadi terjadilah.
Aku pun balik menyerang ibu mertuaku. Mulut dan lidahku dengan ganas
mempermainkan miliknya. Tanganku juga ikut aktif merabai, meremasi bibir
kemaluan dan menusuki lubang anal ibu mertuaku.
Kelentitnya yang sudah membengkak karena rangsangan seksual kujilati, dan keremasi dengan gemas.
Kumainkan pula apa yang ada di sekitar daerah kemaluannya. Gabungan remasan
jari, kobokan tangan di kemaluannya, dan serangan lidahku berhasil membuat
mertuaku keluar lagi untuk yang ketiga kalinya.
”Aaaaahhhh…. panji sayang ….” jerit nikmat ibu mertuaku. Cairan birahi ibu mertua keluar deras dari lubang vaginanya. Langsung saja kuhisap dan kutelan habis hingga tidak ada yang tersisa.
Akupun tersenyum, lalu aku merubah posisiku. Tanpa memberikan kesempatan ibu
mertuaku untuk beristirahat, kuarahkan batangku yang masih bugar dan perkasa ini
ke arah vaginanya, lalu kusetubuhi dia dalam posisi misionaris.
Kurasakan batangku menembus liang vagina seorang wanita kepala 4 yang sudah beranak tiga, tapi masih terasa kekenyalan dan kekesatannya. Tampaknya program jamu khusus organ tubuh wanita yang dia minum berhasil dengan baik. Miliknya masih terasa enak dan nikmat menggesek batangku saat keluar masuk.
Sambil menyetubuhi ibu mertuaku, aku mempermainkan buah dadanya yang besar
dan kenyal itu, dengan mulut dan tanganku.
Kuraba-raba, kuremas-remas, kujilat, kugigit, sampai payudara itu kemerah-merahan. Puas bermain payudara tanganku mempermainkan kelentitnya, sementara mulutku bergerilya di ketiaknya yang halus tanpa bulu, sementara tangan satunya masih mempermainkan payudaranya.
Tangan ibu mertuaku yang bebas, meremas-remas rambutku, dan mencakar-cakar
punggungku. Posisi nikmat ini kami lakukan selama bermenit-menit, hingga 45
menit kemudian ibu mertuaku mencapai orgasmenya yang keempat.
Setelah itu dia meminta istirahat. Aku sebenarnya malas mengabulkan permintaannya itu, karena aku sedang tanggung, hampir mencapai posisi puncak. Namun akhirnya aku mengalah.
”Panji kamu hebat banget deh, kamu sanggup membuat ibu keluar sampai empat
kali” puji ibu mertuaku.
”Aah ibu bisa saja deh” kataku merendah.
”Padahal kamu sudah jogging 45 menit, tapi kamu masih saja perkasa” lanjut
pujiannya.
”Itukan sudah jadi kebiasaanku, bu” aku berkata yang sebenarnya.
”Kamu benar-benar lelaki perkasa, Lilis beruntung mendapatkanmu” puji mertuaku lagi.
Lalu kami bercakap-cakap seperti biasanya. Sambil bercakap-cakap, tangan ibu
mertuaku nakal bergerilya di sekujur tubuhku. Terakhir dia kembali mempermainkan batangku yang sudah mengerut ukurannya.
Aku bangkit, lalu beranjak dari tempat tidur. Ibu mertuaku memandangku heran,
dikiranya aku akan keluar dari kamarnya dan mengakhiri permainan cinta kami.
Tapi kutenangkan dia sambil berkata, ”Sebentar bu, aku akan mengecek keadaan dulu”. Aku memang khawatir, aku takut istri dan anakku bangun. Dengan cepat kukenakan kembali pakaian olahragaku dan keluar kamar mertuaku. Ternyata dugaanku salah.
Hari memang sudah beranjak pagi, sekitar jam 6.15 menit, tapi istri dan anakku
belum juga bangun. Penasaran kuhampiri kamarku dan kamar tempat anakku tidur.
Ternyata baik anak maupun istriku masih tertidur lelap. Aku lega melihatnya.
Sepertinya permainan playstation semalam, berhasil membuat mereka kolaps. Aku
mendatangi jam weker di kamar keduanya, lalu kustel ke angka 9 pagi.
Aku menatap wajah istriku yang tertidur penuh kedamaian, sambil berkata dalam
hati, ”Tidurlah yang lama sayang, aku belum selesai menikmati tubuh ibumu” lalu
mengecup pipinya.
Setelah itu, aku kembali ke kamar mandi, mencuci tubuhku, lalu balik lagi ke kamar mertuaku. Kami terlibat kembali dalam persetubuhan nikmat lagi.
Dalam persetubuhan terakhir ini, aku dan ibu mertuaku sama-sama meraih
orgasme kami bersama dalam posisi doggy anal.
Sesudahnya aku balik ke kamar istriku, setelah membersihkan diri di kamar mandi untuk yang terakhir kali, dan kemudian mengenakan baju tidurku kembali.
Begitulah cerita seksku dengan Ibu mertuaku di suatu pagi hari yang indah. Tidak
ada Mia, ada Arini, mertuaku yang molek dan menggairahkan.
Cerita Sex,Cerita Panas,Cerita Dewasa,Cerita Mesum,Cerita Ngentot,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Selingkuh,Cerita Sex Pasutri.Cerita Seks Terbaru 2017
Cerita Sex-Menikah, dengan seorang wanita yang sangat cantik dan molek. Aku dikaruniai Tuhan 2 orang anak yang lucu-lucu. Rumah tanggaku bahagia dan makmur, walapun kami tidak hidup berlimpah materi. Boleh dibilang sejak SMA aku adalah pria idaman wanita. Bukan karena fisikku yang atletis ini saja, tapi juga karena kemampuanku yang hebat (tanpa bermaksud sombong) dalam bidang olahraga (basket dan voli, serta bulu tangkis), Seni (aku mahir piano dan seruling) dan juga pelajaran (aku menduduki peringkat ketiga sebagai pelajar terbaik di SMAku).
Ngentot Mertua Di Pagi Hari
Bedanya waktu di SMA dahulu, aku tidak terlalu tertarik dengan hal-hal seperti seks dan wanita, karena saat itu konsenterasiku lebih terfokus pada masalah akademisku. Bakat playboyku mulai muncul setelah aku menjadi seorang kepala rumah tangga. Aku mulai menyadari daya tarikku sebagai seorang pria normal dan seorang pejantan tangguh. Sejak diangkat sebagai kabag bagian pemasaran inilah, pikiran- pikiran kotor mulai singgah di otakku. Apalagi aku juga hobi menonton film-film biru.
Wanita lain yang sempat hadir dihatiku adalah Maya. Dia adalah rekan kerjaku,
sesama pegawai tapi dari jurusan berbeda, Accounting. Dia berasal dari Surakarta,
tinggal di Bandung sudah lama.
Kami sempat menjalin hubungan gelap setahun setelah aku menikah dengan Lilis, istriku. Hubungan kami tidak sampai melakukan hal-hal yang menjurus kepada aktivitas seksual.
Hubungan kami hanya berlangsung selama 6 bulan, karena dia pindah ke lain kota dan dinikahkan dengan orang tuanya dengan pria pilihan mereka. Dasar nasib!!! Niatku berpoligami hancur sudah.
Padahal aku sudah berniat menjadikannya istri keduaku, walau istri pertamaku suka atau tidak. Karena frustasi, untuk beberapa bulan hidupku terasa hampa.
Untungnya sikapku ini tidak bertahan lama, karena di tahun yang sama aku berkenalan dengan seorang teman yang mengajariku gaya hidup sehat, bodybuilding.
Saat itu, sekitar tahun 1998, yang namanya olahraga fitness, bukanlah suatu trend
seperti sekarang. Peminatnya masih sedikit. Gym-gympun masih jarang.
Sejujurnya aku malas berbodybuilding seperti yang dilakukan temanku itu. Apalagi saat itu sedang panas-panasnya isu politik dan kerusuhan sosial. Belum lagi adanya krismon yang benar-benar merusak perekonomian Indonesia.
Untungnya perusahaan tempatku bekerja cukup kuat bertahan badai akibat krismon, hingga aku tidak turut diPHK. Namun temanku yang sangat baik itu terus memotivasiku, hingga tak sampai 3 bulan
Aku yang tadinya hanya seorang pria berpostur biasa-biasa saja-walaupun aku bertubuh atletis, menjadi seorang atlet bodybuilding baru yang cukup berprestasi di kejuaraan-kejuaraan daerah maupun nasional.
Hebatnya lagi kantorku dan seluruh keluargaku ikut mendukung semua aktivitasku itu. Kata mereka ”kantor kita punya Ade Rai baru, hingga kita tidak perlu satpam atau bodyguard baru” suatu anekdot yang sudah menjadi santapanku berhari-hari.
Semakin berlalunya waktu, aktivitas bodybuilderku kukurangi. Apalagi aku sudah
diangkat menjadi kabag pemasaran sekarang, di mana keuntungan mulai berpihak
pada perusahaan tempatku bekerja.
Aku mulai bertambah sibuk sekarang. Namun untuk menjaga fisikku agar tetap bugar dan prima, aku tetap rutin basket, voli, dan bersepeda. Hanya 2 kali seminggu aku pergi ke tempat fitness.
Hasilnya tubuhku tetap kelihatan atletis dan berotot, namun tidak sebagus ketika aku menjadi atlet bodybuilding dadakan.
Sewaktu aku menjadi atlet bodybuilding, banyak wanita melirikku. Beberapa di
antaranya mengajakku berkencan.
Tapi karena saat itu aku sedang asyik menekuni olahraga ini, tanggapan dan godaan mereka tidak kutanggapi. Salah satu yang suka menggodaku adalah Mia. Dia adalah puteri tetangga mertuaku. Baru saja lulus SMA,
Dan dia akan melanjutkannya ke sebuah PTn terkenal di kota Bandung. Gadis itu
suka menggoda di setiap mimpiku dan bayangannya selalu menghiasi pikiranku saat aku menyetubuhi istriku. Kisahku dengan Mia akan kuceritakan lain waktu.
Seperti biasanya, aku bangun pagi. Pagi itu aku bangun pukul 04.30 pagi. Setelah
cuci muka, aku mulai berganti pakaian. Aku akan melakukan olahraga pagi. Udara
pagi yang sehat memang selalu memotivasiku untuk jogging keliling kompleks
perumahanku.
Dengan cuek aku memakai baju olahraga yang cukup ketat dan pas sekali ukurannya di tubuh machoku ini. Kemudian aku mengenakan celana boxer
yang juga ikut mencetak pantatku yang seperti dipahat ini.
Aku sengaja bersikap demikian demi mewujudkan impianku, menggoda Mia dengan keindahan tubuhku.
Menurut kabar, dia juga suka jogging. Niatku bersenang-senang dengan Mia
memang sudah lama kupendam. Namun selama ini gadis itu selalu membuatku
gemas dan penasaran. Dia seperti layangan yang diterbangkan angin, didekati
menjauh, dijauhi mendekat.
Tak berapa lama jogging, tubuhku pun sudah mulai keringatan. Peluh yang
membasahi kaus olahragaku, membuat tubuh kokoh ini tercetak dengan jelas. Aku
membayangkan Mia akan terangsang melihatku.
Tetapi sialnya, pagi itu tidak ada tanda-tanda Mia sedang berjogging. Tidak kelihatan pula tetanggaku lainnya yang biasa berjogging bersama. Padahal aku sudah berjogging sekitar 30 menit.
Saat itu aku baru sadar, aku bangun terlalu pagi. Padahal biasanya aku jogging jam 06.00 ke atas. Dengan perasaan kecewa aku balik ke rumah mertuaku. Dari depan rumah itu tampak sepi.
Aku maklum, penghuninya masih tertidur lelap. Tadi pun saat aku bangun, tidak terdengar komentar istriku karena dia sedang terlelap tidur setelah semalaman dia menemani anakku bermain playstation.
Saat aku berjalan ke arah dapur untuk minum, aku melihat ibu mertuaku yang seksi itu sedang mandi. Tampaknya dia sudah bangun ketika aku berjogging tadi.
Kamar mandi di rumah mertuaku memang bersebelah-sebelahan dengan dapurnya.
Setiap kali anda ingin minum, anda harus melewati kamar mandi itu. Seperti
disengaja, pintu kamar mandi itu dibiarkan sedikit terbuka, hingga aku bisa melihat
bagian belakang tubuh molek mertuaku yang menggairahkan itu dengan jelas.
Mertuaku walaupun usianya sudah kepala 4, tapi masih kelihatan seksi dan molek,
karena dia sangat rajin merawat tubuhnya. Dia rajin senam, aerobik, body language,
minum jamu, ikut diet sehat, sehingga tak heran tubuhnya tidak kalah dengan tubuh wanita muda usia 30-an.
Melihat pemandangan syur itu, kontan batangku mengeras. Batang besar, panjang,
dan keras itu ingin merasakan lubang hangat yang nikmat, basah, dan lembab.
Batang itu juga ingin diremas-remas, dikulum, dan memuncratkan pelurunya di
lubang yang lebih sempit lagi.
Sambil meremas-remas batangku yang sudah mulai tegak sempurna ini, kuperhatikan terus aktivitas mandi mertuaku itu. Akhirnya timbul niatku untuk menggaulinya.
Setelah menimbang-nimbang untung atau ruginya, aku pun memutuskan nekat untuk ikut bergabung bersama ibu mertuaku, mandi bersama. Kupeluk dia dari belakang, sembari tanganku menggerayang liar di tubuh mulusnya. Meraba mulai dari leher sampai kemaluannya.
Awalnya ibu mertuaku kaget, tetapi setelah tahu aku yang masuk, wajah cantiknya langsung tersenyum nakal.
”Panji, nakal kamu” katanya sambil balas memelukku. Dia berbalik, langsung
mencium mulutku.
Tak lama kami sudah berpagut, saling cium, raba, dan remas tubuh masing-masing. Dengan tergesa kubuka bajuku dibantu mertuaku hingga aku sudah bertelanjang bulat. Batangku pun mengacung tegang, besar, dan gagah.
Kami pun melakukan pemanasan sekitar 10 menit dengan permainan oral yang
nikmat di batangku, sebelum kemaluannya kutusuk dengan batangku. Permainan
birahi itu berlangsung seru.
Aku menyetubuhinya dalam posisi doggy style. Aku merabai payudaranya yang kencang itu, meremas-remasnya, mempermainkan putingnya yang sudah mengeras.
30 menit berlalu, ibu mertuaku sudah sampai pada puncaknya sebanyak 2 kali. 1 kali dalam posisi doggy, 1 kali lagi dalam posisi berhadap-hadapan di dinding kamar mandi.
Namun sayangnya, batangku masih saja mengeras. Aku panik karenanya. Aku khawatir jika batangku ini masih saja bangun sementara hari sudah mulai pagi. Aku khawatir kami akan dipergoki istriku.
Rupanya mertuaku mengerti kepanikanku itu. Dia kembali mengoral batangku yang masih bugar dan perkasa ini, lalu dia berbisik mesra,
”Jangan khawatir panji sayang, waktunya masih lama” katanya nakal.
Aku bingung mendengar ucapannya, tapi kubiarkan aktivitasnya itu sambil terus
mendesah-desah nikmat. Tiba-tiba ibu mertuaku menghentikan perbuatannya itu.
Dia langsung berdiri. Melihat itu, aku pun protes,
”Lho, bu, aku khan belum keluar?” suaraku parau, penuh birahi.
”Sabar sayang, kita lanjut di kamarku saja yuk” katanya mesra.
Aku pun tambah bingung. ”Tapi khan ada bapak?” suaraku masih saja parau, karena birahi.
”Tenang saja, bapakmu itu sudah pergi tak lama setelah kamu jogging tadi, dia ada
tugas ke Jawa” sahut ibu mertuaku sambil mengemasi pakaian olahragaku yang
tercecer di kamar mandi dan kemudian menggandengku ke arah kamarnya.
Begitu sampai di kamarnya, aku disuruhnya telentang di ranjang, sementara dia mengelap sisa-sisa air, keringat, dan sabun di tubuhnya dengan handuk kering yang sudah ada di kamarnya.
Lalu dia melakukan hal yang sama padaku. Setelah itu dia langsung saja mengambil posisi 69, mulai mengoral batangku kembali. Tak lama nafsuku pun bangkit kembali.
Kali ini aku bertekad akan membuat mertuaku keluar sampai tiga kali. Aku memang khawatir hubunganku di pagi ini akan ketahuan istriku, tapi
persetanlah…que sera-sera. Apapun yang akan terjadi terjadilah.
Aku pun balik menyerang ibu mertuaku. Mulut dan lidahku dengan ganas
mempermainkan miliknya. Tanganku juga ikut aktif merabai, meremasi bibir
kemaluan dan menusuki lubang anal ibu mertuaku.
Kelentitnya yang sudah membengkak karena rangsangan seksual kujilati, dan keremasi dengan gemas.
Kumainkan pula apa yang ada di sekitar daerah kemaluannya. Gabungan remasan
jari, kobokan tangan di kemaluannya, dan serangan lidahku berhasil membuat
mertuaku keluar lagi untuk yang ketiga kalinya.
”Aaaaahhhh…. panji sayang ….” jerit nikmat ibu mertuaku. Cairan birahi ibu mertua keluar deras dari lubang vaginanya. Langsung saja kuhisap dan kutelan habis hingga tidak ada yang tersisa.
Akupun tersenyum, lalu aku merubah posisiku. Tanpa memberikan kesempatan ibu
mertuaku untuk beristirahat, kuarahkan batangku yang masih bugar dan perkasa ini
ke arah vaginanya, lalu kusetubuhi dia dalam posisi misionaris.
Kurasakan batangku menembus liang vagina seorang wanita kepala 4 yang sudah beranak tiga, tapi masih terasa kekenyalan dan kekesatannya. Tampaknya program jamu khusus organ tubuh wanita yang dia minum berhasil dengan baik. Miliknya masih terasa enak dan nikmat menggesek batangku saat keluar masuk.
Sambil menyetubuhi ibu mertuaku, aku mempermainkan buah dadanya yang besar
dan kenyal itu, dengan mulut dan tanganku.
Kuraba-raba, kuremas-remas, kujilat, kugigit, sampai payudara itu kemerah-merahan. Puas bermain payudara tanganku mempermainkan kelentitnya, sementara mulutku bergerilya di ketiaknya yang halus tanpa bulu, sementara tangan satunya masih mempermainkan payudaranya.
Tangan ibu mertuaku yang bebas, meremas-remas rambutku, dan mencakar-cakar
punggungku. Posisi nikmat ini kami lakukan selama bermenit-menit, hingga 45
menit kemudian ibu mertuaku mencapai orgasmenya yang keempat.
Setelah itu dia meminta istirahat. Aku sebenarnya malas mengabulkan permintaannya itu, karena aku sedang tanggung, hampir mencapai posisi puncak. Namun akhirnya aku mengalah.
”Panji kamu hebat banget deh, kamu sanggup membuat ibu keluar sampai empat
kali” puji ibu mertuaku.
”Aah ibu bisa saja deh” kataku merendah.
”Padahal kamu sudah jogging 45 menit, tapi kamu masih saja perkasa” lanjut
pujiannya.
”Itukan sudah jadi kebiasaanku, bu” aku berkata yang sebenarnya.
”Kamu benar-benar lelaki perkasa, Lilis beruntung mendapatkanmu” puji mertuaku lagi.
Lalu kami bercakap-cakap seperti biasanya. Sambil bercakap-cakap, tangan ibu
mertuaku nakal bergerilya di sekujur tubuhku. Terakhir dia kembali mempermainkan batangku yang sudah mengerut ukurannya.
Aku bangkit, lalu beranjak dari tempat tidur. Ibu mertuaku memandangku heran,
dikiranya aku akan keluar dari kamarnya dan mengakhiri permainan cinta kami.
Tapi kutenangkan dia sambil berkata, ”Sebentar bu, aku akan mengecek keadaan dulu”. Aku memang khawatir, aku takut istri dan anakku bangun. Dengan cepat kukenakan kembali pakaian olahragaku dan keluar kamar mertuaku. Ternyata dugaanku salah.
Hari memang sudah beranjak pagi, sekitar jam 6.15 menit, tapi istri dan anakku
belum juga bangun. Penasaran kuhampiri kamarku dan kamar tempat anakku tidur.
Ternyata baik anak maupun istriku masih tertidur lelap. Aku lega melihatnya.
Sepertinya permainan playstation semalam, berhasil membuat mereka kolaps. Aku
mendatangi jam weker di kamar keduanya, lalu kustel ke angka 9 pagi.
Aku menatap wajah istriku yang tertidur penuh kedamaian, sambil berkata dalam
hati, ”Tidurlah yang lama sayang, aku belum selesai menikmati tubuh ibumu” lalu
mengecup pipinya.
Setelah itu, aku kembali ke kamar mandi, mencuci tubuhku, lalu balik lagi ke kamar mertuaku. Kami terlibat kembali dalam persetubuhan nikmat lagi.
Dalam persetubuhan terakhir ini, aku dan ibu mertuaku sama-sama meraih
orgasme kami bersama dalam posisi doggy anal.
Sesudahnya aku balik ke kamar istriku, setelah membersihkan diri di kamar mandi untuk yang terakhir kali, dan kemudian mengenakan baju tidurku kembali.
Begitulah cerita seksku dengan Ibu mertuaku di suatu pagi hari yang indah. Tidak
ada Mia, ada Arini, mertuaku yang molek dan menggairahkan.
Cerita Sex,Cerita Panas,Cerita Dewasa,Cerita Mesum,Cerita Ngentot,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Selingkuh,Cerita Sex Pasutri.Cerita Seks Terbaru 2017
Nonton film semi klik disini terlengkap,jepang,jav,korea
Jumat, 02 Februari 2018
Memuaskan Nafsu Birahi Tante
Cerita Sex Panas Ini
Berjudul”Memuaskan Nafsu Birahi Tante”Cerita Sex,Cerita Panas,Cerita
Dewasa,Cerita Mesum,Cerita Ngentot,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex
Tante,Cerita Sex Selingkuh,Cerita Sex Pasutri.Cerita Seks Terbaru 2017
Cerita Sex-“Hai, boleh aku duduk?!” suara wanita menyapa.
Bimo menoleh tersentak dari perhatiannya pada Igor.

“Please..?” balasnya mempersilahkan wanita itu duduk disebelahnya.
“Sendiri?” sapa wanita itu yang memang agak teler mungkin karena terlalu banyak menenggak minuman keras.
“Akh nggak? bareng temanku, tuh” tunjuk Bimo pada Igor yang saat itu sedang mendekatinya.
“Hai Ron.. Kenalin dong” sergah Igor.
“Boleh juga boncegan lo..” bisik Igor pada Bimo.
“Gila lo.. gue aja belum kenal”
“Ron..?! Kenalin Vira..”
“Vira..” kata wanita itu sambil mejulurkan tangannya.
“Bimo..?!” balas Bimo.
“Ron sorry nich aku bakal jalan duluan sama Vira, disini terlalu ramai”
“Terus gue gimana?” Tanya Bimo.
“Lo disini aja dulu?! Motor gue yang bawa, mana kontaknya?”
“Dasar gila lo, nich?!” Maki Bimo.
Kini hanya tinggal Bimo dengan wanita itu didalam diskotik Shinta yang malah tambah ramai ketika hari menjelang tengah malam.
“Ron.?!”
Bimo menoleh,”Ya..?
“Boleh aku minta tolong anterin pulang?” Pinta wanita itu pada Bimo sambil menyerahkan kunci kontak.
Tanpa menjawab dipapahnya wanita itu pergi meninggalkan ruangan diskotik Shinta. Mobil yang dikendarai Bimo menuju kawasan perumahan Lippo yang memang telah ditunjuk wanita itu.
“Nich cewek kayaknya Tante-Tante?” Bathin Bimo setelah memperhatikan wajah wanita itu yang kelihatan mencerminkan usianya kira-kira 35-an. Sepanjang perjalanan Bimo memperhatikan wanita yang tertidur disebelahnya. Pakaiannya yang hanya menutupi sebagian tubuhnya sehingga jelas sekali terlihat buah toketnya yang putih dan gede terus ke bagian bawah yang hanya memakai rok span sehingga jelas terlihat sangat mulus dan sangat seksi. Tiba tiba pikiran joroknya mulai merambah ditambah lagi jalan tol menuju Lippo sepi dan gelap. Tangan Bimo mulai meraba paha, disingkapnya rok mini merah itu kini terlihat jelas CD wanita itu.
“Gila merah juga?” Ucapnya lirih takut tuh Tante bangun.
Kini tangan jahilnya mulai ke atas menuju bukit kembar yang nongol gede.
“Busyet mantep banget nich?” Remasan kecil tidak membuat Tante ini bangun pikirnya.
“Sial lagi asyik sudah sampai?!” Gerutu Bimo sambil melepas remasan
kecil pada payudara Tante itu terlihat pintu tol 500 meter lagi.
Mungkin karena cahaya lampu pintu tol sang Tante terlihat bangun sambil
membersihkan matanya.
“Dimana ini?”
“Mau masuk perumahan Tan?” Jawab Bimo.
“Belok kiri no.13” tunjuk Tante itu rumahnya.
“Ok” Bimo mengiyakan.
Rumah kawasan Lippo memang terkenal mewah gerbang rumah berwarna
biru itu terbuka setelah dari dalam mobil Tante itu memencet remot
pagar begitu juga pintu garasi, mobil lancer langsung meluncur masuk ke
dalam garasi.
“Mari Tan..” bermaksud memapah Tante itu.
“Ah nggak usah pusingnya agak mendingan kok” tolak Tante itu halus.
“Ayo masuk” ajaknya sambil menuju pintu rumah didalam garasi.
Jalannya yang anggun membuat Bimo menelan air ludah. Pantat gede
Tante itu goyang kanan kiri mengikuti irama kakinya yang panjang dan mulus.
“Silahkan duduk..?!” mempersilahkan Bimo duduk.
“Tanks Tante?” balas Bimo.
“Oh ya siapa namamu tadi?” tanya Tante itu sambil pergi ke arah ruangan lain.
“Bimo” balas Bimo sedikit berteriak agar terdengar.
Tante Susi membawakan dua gelas bir sambil duduk disebelah Bimo rapat sekali membuat Bimo agak keki.
“Silahkan minum?” sambil menyerahkan segelas bir kaleng.
“Tanks Tan..”
Ditenggaknya bir itu bukannya haus tapi menahan gejolak birahi melihat paha putih mulus dan buah dada yang menantang.
“Santai aja? Haus ya?”
“Lumayan?!” balas Bimo memerah.
“Oh ya.. Panggil aku Susi” Tante Susi memperkenalkan namanya.
“Tante Susi tinggal sendiri?” Mencoba Bimo untuk ngobrol.
“Jangan panggil Tante Susi donk, Tante aja, apa Susi aja”
“Tante dech..” Bimo memastikan.
“Sudah tua ya?” balas Tante Susi.
“Tapi Tante kelihatan masih cantik..” sambil matanya terus memeperhatikan buah dada tante Susi yang menggantung indah.
“Makasih” tersipu Tante Susi dipuji seperti itu.
“Oh ya Tante tinggal dengan siapa?” Tanya Bimo penasaran.
“Aku tinggal ama suamiku, dia lagi berlayar 2 bulan sekali dia pulang sudah 2 minggu dia berangkat berlayar..” jelas Tante Susi.
“Oh begitu ya..?” berarti dia kesepian nich bathin Bimo.
“Kamu sudah punya pacar?” Tante Susi bertanya sambil menarik tangan Bimo ke atas pahanya yang putih itu.
“Belum Tan..?!” jawab Bimo menarik tangannya mencoba malu-malu kucing.
“Kenapa? kok malu?! Apa aku harus tidur lagi biar kamu enggak malu dan leluasa mengelus-elusku”
“Maksud Tante?” bertanya heran Bimo.
“Aku tahu yang kamu lakukan sepanjang perjalanan tadi, aku diam karena kupikir kamu kan sudah tolongin aku boleh donk sebagai tanda
terimakasih”
“Jadi ni Tante juga keenakan toh, sial deg-deg an juga gue, gue kira dia tahu bakal marah eh malah seneng, aman sekarang dong, asyiik?”
Bathin Bimo.
Sekarang Bimo bebas melakukan gerakannya karena sudah tahu Tante
Susi senang diperlakukan seperti itu. Tangan Bimo mulai meraba paha Tante Susi.
“Kulit Tante halus sekali..?!” bisik Bimo ke telinga Tante Susi disertai jilatan halus membuat Tante Susi menggelinjang geli.
“Oh ya? Terusin dong ke atas Ron..?” pinta Tante Susi manja.
Tangan Bimo masuk ke dalam celana dalam Tante Susi.
“Okh kamu ahli sekali Ron?” tangan Tante Susi mulai menjalar ke arah celana Bimo dan mulai menelanjangi Bimo dengan ganas.
“Tenang Tan?”
“Tanganmu itu yang membuat aku engga’ tahan okh.. Okh” kembali Tante Susi mengerang kenikmatan.
Kini Bimo sudah telanjang di pegangnya peler millik Bimo yang lumayan besar.
“Gede juga punyamu” ucap Tante Susi sambil mulai mengulum peler
Bimo Bimo hanya bisa mendesah kenikmatan ketika pelernya amblas ke dalam mulut Tante Susi.
“Okh Tante okh.. Okh” sambil meremas rambut Tante Susi.
“Telanjangi aku Ron” pinta Tante Susi setelah puas mengulum peler Bimo.
Bimo mulai melakukannya hingga telanjang polos sudah Tante Susi,
jelas terlihat bukit berumput hitam lebat dan sepasang payudara yang
gede. Bimo merebahkan tubuh bugil itu diatas kursi.
“Regangin pahamu Tan” pinta Bimo.
Mulai ia menjilati vagina Tante Susi yang merah mungkin karena jarang di pake.
“Oh bulu jembut Tante lebat banget..”
“Tapi ok kan..?”
“Mantep Tan” ujar Bimo sambil menyingkap bulu lebat itu dan mulai memainkan lidahnya dibibir vagina Tante Susi.
“Ukh.. Ukh.. Ukh hebat terus jilat terus Ron okh.. Enak.. Enak”
Menggelinjang eggak karuan Tante Susi menahan birahi yang mulai merambah urat-urat pembuluh darahnya. Sementara tangan Bimo asyik meremas payudara Tante Susi yang gede.
“Remas Ron remas yang kenceng ukh.. ukh..” sambil matanya merem melek. Terlihat jelas oleh Bimo vagina Tante lisa kembang kempis karena kenikmatan.
“Ron masukin donk, masukin Ron.. Ukh”
Sedikit dibungkukkan tubuh roni sambil mulai mengarahkan batang pelernya ke arah vagina Tante Susi yang sudah becek karena jilatan lembut lidah Bimo. Perlahan tapi pasti peler Bimo mulai merambah masuk
ke dalam vagina Tante Susi.
“Okh..” desah Tante Susi keenakan.
Pantat Bimo bergerak maju mundur.
“Okh.. Enak Ron okh..” merem melek Tante Susi dibuatnya.
“Okh.. Okh.. Goyang terus” pinta Tante Susi masih keenakan.
Bimo pun merasakan kenikmatan teramat sangat pelernya terasa ada yang menyedot halus dan nikmat ditambah desahan Tante Susi yang sangat
merangsang urat syarafnya menegang.
“Okh Tan empuk juga memekmu Tan okh.. Okh” sambil terus pantatnya maju mundur mengoyak vagina Tante Susi yang sudah basah banget.
Mulut Tante Susi yang mendesah seksi itu disambar Bimo hingga keduanya saling berciumn liar, tangan Bimo pun tidak tinggal diam remasan liar menimpa payudara Tante Susi yang sudah keras. Cukup lama perbuatan cabul diatas sofa itu berlangsung dengan sengit dengan teriakan Tante Susi yang tak tahan akan peler Bimo yang beraksi.
Hingga..
“Tan.. Pindah ke lantai yu?” ajak Bimo.
“Terserah, asal jangan dilepas ya? Habis enak banget sih..”
Peler Bimo masih menancap tegang di vagina Tante Susi, diangkatnya tubuh bugil Tante Susi lalu merebahkannya diatas lantai yang berpermadani halus itu. Keringat mengucur deras kenikmatan enggak terbendung gerakan maju mundur Bimo yang kadang diselingi putaran pelernya membuat Tante Susi merem melek menahan gairah yang mungkin sangat diharapkannya malam itu.
“Ron gantian ya?” pinta Tante Susi ganti posisi.
Mereka berguling separo sehingga sekarang posisi Tante Susi berada di atas menindih tubuh Bimo.
“Ron gimana kalau goyang gini” tawar Tante Susi sambil mengoyang pantatnya yang padat berisi.
“Gila Tan.. Enaak banget terus tan ukh.. Ukh..” sambil tangannya
terus meremas payudara yang sekarang lebih menantang karena menggantung
indah dan mantap.
“Oh Ron aku sudah tidak kuat Ron.. Okh.. Ron.. Okh.. Ron.. Okh”
“Tahan sebentar Tan.. Aku jagu sudah mau sampai okh.. Okh” erangan Bimo menahan goyangan Tante Susi yang semakin liar.
“Okh.. Okh.. Aku keluar.. Okh.. Okh..”
Dengan cepat dicabut memeknya lalu disodorkan ke arah wajah Bimo.
“Okh.. Hisap Ron.. Okh” pinta Tante Susi sambil tangannya mengocok kencang peler Bimo yang saat itu sedang di ujung banget.
Dengan jilatan ganas dihisapnya vagina Tante Susi beserta cairan yang keluar dari dalam vagina itu Tante Susi terlihat sangat menikmati jilatan itu. Serr.. air mani vagina Tante Susi muncrat ke wajah Bimo.
“Okh.. Okh..” erangan Tante Susi sambil terus membenamkan memeknya ke wajah Bimo.
“Okh Ron kamu luar biasa” puji Tante Susi atas kehebatan Bimo melayaninya.
Bimo duduk di sofa kembali sementara pelernya masih menegang tangguh, dengan penuh pengertian Tante Susi mengocok peler Bimo yang sudah tegang.
“Okh.. enggak lama Tan.. Okh..”
Crot.. Crot.. Dari peler Bimo keluar cairan putih kental yang langsung dengan sigap Tante Susi memasukkan peler Bimo ke dalam mulutnya.
“Akh.. Okh..” Bimo tersenyum puas begitu juga Tante Susi yang memang malam itu sangat mendambakan memeknya mengeluarkan cairan kenikmatan ditemani lelaki perkasa seperti Bimo.
Keduanya lalu beranjak kekamar tidur Tante Susi, setelah Tante Susi mengajak Bimo ke kamarnya untuk istirahat sejenak dengan harapan Bimo dapat melanjutkan kembali memuaskan nafsu birahinya.
Cerita Sex,Cerita Panas,Cerita Dewasa,Cerita Mesum,Cerita Ngentot,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Selingkuh,Cerita Sex Pasutri.Cerita Seks Terbaru 2017
Cerita Sex-“Hai, boleh aku duduk?!” suara wanita menyapa.
Bimo menoleh tersentak dari perhatiannya pada Igor.
Memuaskan Nafsu Birahi Tante
“Please..?” balasnya mempersilahkan wanita itu duduk disebelahnya.
“Sendiri?” sapa wanita itu yang memang agak teler mungkin karena terlalu banyak menenggak minuman keras.
“Akh nggak? bareng temanku, tuh” tunjuk Bimo pada Igor yang saat itu sedang mendekatinya.
“Hai Ron.. Kenalin dong” sergah Igor.
“Boleh juga boncegan lo..” bisik Igor pada Bimo.
“Gila lo.. gue aja belum kenal”
“Ron..?! Kenalin Vira..”
“Vira..” kata wanita itu sambil mejulurkan tangannya.
“Bimo..?!” balas Bimo.
“Ron sorry nich aku bakal jalan duluan sama Vira, disini terlalu ramai”
“Terus gue gimana?” Tanya Bimo.
“Lo disini aja dulu?! Motor gue yang bawa, mana kontaknya?”
“Dasar gila lo, nich?!” Maki Bimo.
Kini hanya tinggal Bimo dengan wanita itu didalam diskotik Shinta yang malah tambah ramai ketika hari menjelang tengah malam.
“Ron.?!”
Bimo menoleh,”Ya..?
“Boleh aku minta tolong anterin pulang?” Pinta wanita itu pada Bimo sambil menyerahkan kunci kontak.
Tanpa menjawab dipapahnya wanita itu pergi meninggalkan ruangan diskotik Shinta. Mobil yang dikendarai Bimo menuju kawasan perumahan Lippo yang memang telah ditunjuk wanita itu.
“Nich cewek kayaknya Tante-Tante?” Bathin Bimo setelah memperhatikan wajah wanita itu yang kelihatan mencerminkan usianya kira-kira 35-an. Sepanjang perjalanan Bimo memperhatikan wanita yang tertidur disebelahnya. Pakaiannya yang hanya menutupi sebagian tubuhnya sehingga jelas sekali terlihat buah toketnya yang putih dan gede terus ke bagian bawah yang hanya memakai rok span sehingga jelas terlihat sangat mulus dan sangat seksi. Tiba tiba pikiran joroknya mulai merambah ditambah lagi jalan tol menuju Lippo sepi dan gelap. Tangan Bimo mulai meraba paha, disingkapnya rok mini merah itu kini terlihat jelas CD wanita itu.
“Gila merah juga?” Ucapnya lirih takut tuh Tante bangun.
Kini tangan jahilnya mulai ke atas menuju bukit kembar yang nongol gede.
“Busyet mantep banget nich?” Remasan kecil tidak membuat Tante ini bangun pikirnya.
“Sial lagi asyik sudah sampai?!” Gerutu Bimo sambil melepas remasan
kecil pada payudara Tante itu terlihat pintu tol 500 meter lagi.
Mungkin karena cahaya lampu pintu tol sang Tante terlihat bangun sambil
membersihkan matanya.
“Dimana ini?”
“Mau masuk perumahan Tan?” Jawab Bimo.
“Belok kiri no.13” tunjuk Tante itu rumahnya.
“Ok” Bimo mengiyakan.
Rumah kawasan Lippo memang terkenal mewah gerbang rumah berwarna
biru itu terbuka setelah dari dalam mobil Tante itu memencet remot
pagar begitu juga pintu garasi, mobil lancer langsung meluncur masuk ke
dalam garasi.
“Mari Tan..” bermaksud memapah Tante itu.
“Ah nggak usah pusingnya agak mendingan kok” tolak Tante itu halus.
“Ayo masuk” ajaknya sambil menuju pintu rumah didalam garasi.
Jalannya yang anggun membuat Bimo menelan air ludah. Pantat gede
Tante itu goyang kanan kiri mengikuti irama kakinya yang panjang dan mulus.
“Silahkan duduk..?!” mempersilahkan Bimo duduk.
“Tanks Tante?” balas Bimo.
“Oh ya siapa namamu tadi?” tanya Tante itu sambil pergi ke arah ruangan lain.
“Bimo” balas Bimo sedikit berteriak agar terdengar.
Tante Susi membawakan dua gelas bir sambil duduk disebelah Bimo rapat sekali membuat Bimo agak keki.
“Silahkan minum?” sambil menyerahkan segelas bir kaleng.
“Tanks Tan..”
Ditenggaknya bir itu bukannya haus tapi menahan gejolak birahi melihat paha putih mulus dan buah dada yang menantang.
“Santai aja? Haus ya?”
“Lumayan?!” balas Bimo memerah.
“Oh ya.. Panggil aku Susi” Tante Susi memperkenalkan namanya.
“Tante Susi tinggal sendiri?” Mencoba Bimo untuk ngobrol.
“Jangan panggil Tante Susi donk, Tante aja, apa Susi aja”
“Tante dech..” Bimo memastikan.
“Sudah tua ya?” balas Tante Susi.
“Tapi Tante kelihatan masih cantik..” sambil matanya terus memeperhatikan buah dada tante Susi yang menggantung indah.
“Makasih” tersipu Tante Susi dipuji seperti itu.
“Oh ya Tante tinggal dengan siapa?” Tanya Bimo penasaran.
“Aku tinggal ama suamiku, dia lagi berlayar 2 bulan sekali dia pulang sudah 2 minggu dia berangkat berlayar..” jelas Tante Susi.
“Oh begitu ya..?” berarti dia kesepian nich bathin Bimo.
“Kamu sudah punya pacar?” Tante Susi bertanya sambil menarik tangan Bimo ke atas pahanya yang putih itu.
“Belum Tan..?!” jawab Bimo menarik tangannya mencoba malu-malu kucing.
“Kenapa? kok malu?! Apa aku harus tidur lagi biar kamu enggak malu dan leluasa mengelus-elusku”
“Maksud Tante?” bertanya heran Bimo.
“Aku tahu yang kamu lakukan sepanjang perjalanan tadi, aku diam karena kupikir kamu kan sudah tolongin aku boleh donk sebagai tanda
terimakasih”
“Jadi ni Tante juga keenakan toh, sial deg-deg an juga gue, gue kira dia tahu bakal marah eh malah seneng, aman sekarang dong, asyiik?”
Bathin Bimo.
Sekarang Bimo bebas melakukan gerakannya karena sudah tahu Tante
Susi senang diperlakukan seperti itu. Tangan Bimo mulai meraba paha Tante Susi.
“Kulit Tante halus sekali..?!” bisik Bimo ke telinga Tante Susi disertai jilatan halus membuat Tante Susi menggelinjang geli.
“Oh ya? Terusin dong ke atas Ron..?” pinta Tante Susi manja.
Tangan Bimo masuk ke dalam celana dalam Tante Susi.
“Okh kamu ahli sekali Ron?” tangan Tante Susi mulai menjalar ke arah celana Bimo dan mulai menelanjangi Bimo dengan ganas.
“Tenang Tan?”
“Tanganmu itu yang membuat aku engga’ tahan okh.. Okh” kembali Tante Susi mengerang kenikmatan.
Kini Bimo sudah telanjang di pegangnya peler millik Bimo yang lumayan besar.
“Gede juga punyamu” ucap Tante Susi sambil mulai mengulum peler
Bimo Bimo hanya bisa mendesah kenikmatan ketika pelernya amblas ke dalam mulut Tante Susi.
“Okh Tante okh.. Okh” sambil meremas rambut Tante Susi.
“Telanjangi aku Ron” pinta Tante Susi setelah puas mengulum peler Bimo.
Bimo mulai melakukannya hingga telanjang polos sudah Tante Susi,
jelas terlihat bukit berumput hitam lebat dan sepasang payudara yang
gede. Bimo merebahkan tubuh bugil itu diatas kursi.
“Regangin pahamu Tan” pinta Bimo.
Mulai ia menjilati vagina Tante Susi yang merah mungkin karena jarang di pake.
“Oh bulu jembut Tante lebat banget..”
“Tapi ok kan..?”
“Mantep Tan” ujar Bimo sambil menyingkap bulu lebat itu dan mulai memainkan lidahnya dibibir vagina Tante Susi.
“Ukh.. Ukh.. Ukh hebat terus jilat terus Ron okh.. Enak.. Enak”
Menggelinjang eggak karuan Tante Susi menahan birahi yang mulai merambah urat-urat pembuluh darahnya. Sementara tangan Bimo asyik meremas payudara Tante Susi yang gede.
“Remas Ron remas yang kenceng ukh.. ukh..” sambil matanya merem melek. Terlihat jelas oleh Bimo vagina Tante lisa kembang kempis karena kenikmatan.
“Ron masukin donk, masukin Ron.. Ukh”
Sedikit dibungkukkan tubuh roni sambil mulai mengarahkan batang pelernya ke arah vagina Tante Susi yang sudah becek karena jilatan lembut lidah Bimo. Perlahan tapi pasti peler Bimo mulai merambah masuk
ke dalam vagina Tante Susi.
“Okh..” desah Tante Susi keenakan.
Pantat Bimo bergerak maju mundur.
“Okh.. Enak Ron okh..” merem melek Tante Susi dibuatnya.
“Okh.. Okh.. Goyang terus” pinta Tante Susi masih keenakan.
Bimo pun merasakan kenikmatan teramat sangat pelernya terasa ada yang menyedot halus dan nikmat ditambah desahan Tante Susi yang sangat
merangsang urat syarafnya menegang.
“Okh Tan empuk juga memekmu Tan okh.. Okh” sambil terus pantatnya maju mundur mengoyak vagina Tante Susi yang sudah basah banget.
Mulut Tante Susi yang mendesah seksi itu disambar Bimo hingga keduanya saling berciumn liar, tangan Bimo pun tidak tinggal diam remasan liar menimpa payudara Tante Susi yang sudah keras. Cukup lama perbuatan cabul diatas sofa itu berlangsung dengan sengit dengan teriakan Tante Susi yang tak tahan akan peler Bimo yang beraksi.
Hingga..
“Tan.. Pindah ke lantai yu?” ajak Bimo.
“Terserah, asal jangan dilepas ya? Habis enak banget sih..”
Peler Bimo masih menancap tegang di vagina Tante Susi, diangkatnya tubuh bugil Tante Susi lalu merebahkannya diatas lantai yang berpermadani halus itu. Keringat mengucur deras kenikmatan enggak terbendung gerakan maju mundur Bimo yang kadang diselingi putaran pelernya membuat Tante Susi merem melek menahan gairah yang mungkin sangat diharapkannya malam itu.
“Ron gantian ya?” pinta Tante Susi ganti posisi.
Mereka berguling separo sehingga sekarang posisi Tante Susi berada di atas menindih tubuh Bimo.
“Ron gimana kalau goyang gini” tawar Tante Susi sambil mengoyang pantatnya yang padat berisi.
“Gila Tan.. Enaak banget terus tan ukh.. Ukh..” sambil tangannya
terus meremas payudara yang sekarang lebih menantang karena menggantung
indah dan mantap.
“Oh Ron aku sudah tidak kuat Ron.. Okh.. Ron.. Okh.. Ron.. Okh”
“Tahan sebentar Tan.. Aku jagu sudah mau sampai okh.. Okh” erangan Bimo menahan goyangan Tante Susi yang semakin liar.
“Okh.. Okh.. Aku keluar.. Okh.. Okh..”
Dengan cepat dicabut memeknya lalu disodorkan ke arah wajah Bimo.
“Okh.. Hisap Ron.. Okh” pinta Tante Susi sambil tangannya mengocok kencang peler Bimo yang saat itu sedang di ujung banget.
Dengan jilatan ganas dihisapnya vagina Tante Susi beserta cairan yang keluar dari dalam vagina itu Tante Susi terlihat sangat menikmati jilatan itu. Serr.. air mani vagina Tante Susi muncrat ke wajah Bimo.
“Okh.. Okh..” erangan Tante Susi sambil terus membenamkan memeknya ke wajah Bimo.
“Okh Ron kamu luar biasa” puji Tante Susi atas kehebatan Bimo melayaninya.
Bimo duduk di sofa kembali sementara pelernya masih menegang tangguh, dengan penuh pengertian Tante Susi mengocok peler Bimo yang sudah tegang.
“Okh.. enggak lama Tan.. Okh..”
Crot.. Crot.. Dari peler Bimo keluar cairan putih kental yang langsung dengan sigap Tante Susi memasukkan peler Bimo ke dalam mulutnya.
“Akh.. Okh..” Bimo tersenyum puas begitu juga Tante Susi yang memang malam itu sangat mendambakan memeknya mengeluarkan cairan kenikmatan ditemani lelaki perkasa seperti Bimo.
Keduanya lalu beranjak kekamar tidur Tante Susi, setelah Tante Susi mengajak Bimo ke kamarnya untuk istirahat sejenak dengan harapan Bimo dapat melanjutkan kembali memuaskan nafsu birahinya.
Cerita Sex,Cerita Panas,Cerita Dewasa,Cerita Mesum,Cerita Ngentot,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Selingkuh,Cerita Sex Pasutri.Cerita Seks Terbaru 2017
Nonton film semi klik disini terlengkap,jepang,jav,korea
Langganan:
Komentar (Atom)