Cerita Ngentot Pelajar IGO Mesum Muritku Birahiku
Cerita Ngentot Pelajar IGO Mesum Muritku Birahiku_
Ia menduga bahwa potongan kertas itu terselip di kertas test muridnya
yg nakal, Yolla. Lalu ia memutuskan untuk merobek kertas itu menjadi
beberapa potongan kecil. Ia tak ingin istrinya menemukan dan membaca
kertas itu.
Tanpa disadarinya, pikiran Remon menerawang ke beberapa ‘peristiwa
menyenangkan’ ketika ia mengajarkan matematika di kelas 2B. Kelas itu
menjadi berbeda daripada kelas-kelas lainnya karena di kelas itu ada
Yolla yg cantik, berhidung bangir, berkulit kuning bersih, dan selalu
duduk di kursi barisan paling depan. Kursi itu berjarak kira-kira 3
meter dari meja guru dan persis berhadap-hadapan.
Yolla menjadi murid yg ‘istimewa’ karena bila sedang latihan
mengerjakan soal, lututnya selalu agak renggang. Dari mejanya, Remon
dapat memandang celah di antara kedua lutut itu. Dan karena murid-murid
lainnya sedang sibuk mengerjakan soal masing-masing dgn kepala
tertunduk, maka Remon merasa bebas menatap pemandangan indah di
depannya.
Pertama kali, Remon merasa bahwa hal itu hanya sebuah
ketidaksengajaan. Murid yg istimewa itu mungkin terlalu asyik dan serius
mengerjakan soal latihan sehingga tidak menyadari posisi duduknya yg
menggairahkan birahi lelaki. Sesekali kedua lutut itu dirapatkan, tapi
tak lama kemudian terbuka kembali.
Dia jadi terlena menatap keindahan paha dan kecantikan wajah gadis
remaja yg duduk di depannya. Dan tak sengaja, ia melihat senyum kecil di
sudut bibir gadis itu ketika memergoki arah tatapan matanya. Saat itu,
ia langsung mengalihkan pandangan ke sekeliling ruang kelas. Tapi tak
lama kemudian, seperti dihipnotis, pandangannya beralih kembali ke
tempat semula. Ternyata kedua lutut itu terbuka semakin renggang hingga
ia dapat melihat kemulusan paha bagian dalamnya.
Remon tak mampu mengalihkan matanya ketika muridnya itu kembali
mengangkat wajahnya. Sesaat, tatapan mata mereka berbenturan. Lalu
keduanya tersenyum. Tak lama kemudian, kedua lutut itu semakin
direnggangkan hingga ia terpana menatap segaris celana dalam berwarna
putih. Barulah disadarinya bahwa paha itu memang sengaja direnggangkan
agar ia dapat memandang keindahan yg tersembunyi di balik rok seragam
berwarna abu-abu itu.
Pada kesempatan lain, Remon hanyut ke dalam fantasinya sendiri.
Seandainya mungkin, ia ingin menghampiri dan melihat keindahan itu lebih
dekat lagi. Ia ingin mengusap kemulusan paha itu dan mengecup
pori-porinya berulang kali. Ia ingin mencicipi kehalusan kulit paha itu
dgn ujung lidahnya. Lalu ia akan mengecup dan sesekali menjilat, mulai
dari lutut hingga ke pangkal paha. Ia juga ingin menyusupkan telapak
tangannya ke bawah rok gadis remaja itu agar dapat meremas bongkah
pinggul yg pasti masih kenyal.
Dan yg paling penting, ia ingin menyibak secarik kain tipis penutup
pangkal paha gadis itu agar ia dapat menghirup aroma semerbak yg
tersembunyi di situ. Aroma seorang gadis belia pasti sangat segar,
katanya dalam hati. Aroma yg membius! Aroma yg membuat ia tak berdaya!
Lalu ia akan menghirup aroma itu dalam-dalam. Setelah aroma itu memenuhi
rongga dadanya, ia akan mencium dan menjilat-jilat kelembutan bibir
nonok yg segar itu.
Lidahnya akan menari-nari dgn liar agar kedua belah paha mulus itu
‘menggunting’ lehernya sehingga lidahnya terperangkap dalam liang nonok
yg basah. Setelah melipat lidahnya seperti bentuk sekop, akan dihisapnya
semua lendir yg tersembunyi di bibir dalam dan dinding nonok itu.
Akhirnya, ia akan meremas-remas bongkahan pinggul kenyal itu sambil
membiarkan lidahnya merasakan denyutan-denyutan nonok seorang gadis
remaja yg sedang mencapai puncak orgasmenya.
*****
Kira-kira seminggu setelah menyuguhi pemandangan indah di pangkal
pahanya, tiba-tiba Yolla berjalan menghampiri Remon. Saat itu bel jam
istirahat telah berbunyi. Gadis itu sengaja keluar paling akhir dari
ruang kelas.
“Ini untuk Bapak!” katanya sambil meletakkan sepotong kertas di atas meja, lalu melangkah terburu-buru meninggalkan ruang kelas.
Remon membaca tulisan di kertas itu, ‘Coba tebak, besok Yolla pakai
celana dalam warna apa?’. Dan di bawah tulisan itu ada nomor HP.
Setelah merenung sejenak, Remon memasukkan nomor HP itu ke dalam memory
HP-nya. Sejenak ia ragu mengirimkan SMS untuk menjawab pertanyaan itu.
Tapi ada bisikan di lubuk hatinya, ‘Ini hanya sebuah game, tak salah
untuk dicoba.’ Dan kemudian ia menuliskan satu kata, ‘Pink.’
Cerita Ngentot Pelajar IGO Mesum Muritku
Birahiku,Cerita Seks Tante,Tante Binal Seks,Cerita Sex Istri,Cerita
Seks,Cerita Sex,Cerita Dewasa,Cersex,Cerita Ngentot,Cerita Panas,Cerita
Sex ABG,Cerita Bokep,Cerita Sedarah,Cerita Sex Pasutri,Cerita Sex
Janda,Cerita Seks Mahasiswi,Cerita Sex remaja,Kisah Seks Remaja,Cerita
Sex 2018
Kira-kira semenit kemudian, HP Remon berbunyi. Ia membaca SMS yg
masuk, ‘Salah.’ Lalu dibalasnya, ‘Biru muda.’ Tak lama kemudian, masuk
jawaban, ‘Salah!’. Dibalasnya lagi dgn, ‘Putih!’. Jawabannya, ‘Masih
salah!’. Setelah merenung sejenak, Remon membalas, ‘Hitam.’ Lalu ia
menerima balasan, ‘Ayo, itu celana dalam siapa? Yolla nggak punya celana
dalam warna hitam!’.
Remon tersipu. Lalu ia menulis SMS yg agak panjang, ‘Nyerah deh. Yg
pernah aku lihat hanya: putih, pink, dan biru muda. 2 hr yg lalu aku
nggak bisa melihatnya krn pahamu kurang terbuka!’ Dan ia pun menerima
jawaban yg agak panjang, ‘Jadi Bpk ingin bsk Yolla pakai warna apa?’
Merasa game yg mereka mainkan telah meningkat panas dan mesra, dgn
berani Remon menulis, ‘Jgn pakai!!’ Dan setelah SMS itu dikirimkan,
hingga menjelang tidur malam harinya ia tidak mendapat balasan. Mungkin
ia marah dan tersinggung, pikir Remon.
Keesokan harinya, jantung Remon berdebar-debar ketika berada di
ruang kelas. Setelah menjelaskan beberapa contoh soal, ia melangkah
berkeliling di antara kursi murid-muridnya. Ia berbuat demikian agar tak
sempat bertatap mata dgn gadis remaja yg nakal itu. Tapi ketika sedang
melangkah di sebelah kiri kursi Yolla, gadis itu sengaja menjatuhkan
pensilnya ke lantai persis di depan kursinya.
Cerita Ngentot Pelajar IGO Mesum Muritku Birahiku,Cerita
Seks Tante,Tante Binal Seks,Cerita Sex Istri,Cerita Seks,Cerita
Sex,Cerita Dewasa,Cersex,Cerita Ngentot,Cerita Panas,Cerita Sex
ABG,Cerita Bokep,Cerita Sedarah,Cerita Sex Pasutri,Cerita Sex
Janda,Cerita Seks Mahasiswi,Cerita Sex remaja,Kisah Seks Remaja,Cerita
Sex 2018
Tanpa sadar, dgn refleks ia berhenti lalu menunduk memungut pensil
itu. Dan ketika menengadah, tiba-tiba wajahnya merona merah. Walau hanya
sesaat, dilihatnya gadis itu sengaja mengangkangkan kedua pahanya
lebar-lebar, lalu dgn cepat dirapatkan kembali. Memang hanya dalam
hitungan detik, tetapi ia sempat melihat pangkal paha itu dari jarak yg
sangat dekat. Di pangkal paha itu ada setumpuk kecil bulu-bulu ikal
berwarna hitam. Bukan hitam pekat, tetapi hitam kecokelat-cokelatan
karena bercampur dgn bulu-bulu halus, lurus, dan masih pendek. Bulu-bulu
yg baru tumbuh!
Setelah berdiri kembali dan berhasil menguasai dirinya, Remon
menatap ke sekeliling ruang kelas. Tak terlihat ada tanda-tanda bahwa
murid-murid lainnya mengetahui peristiwa itu. Lalu dgn suara tegas
berwibawa, ia berkata..
“Kerjakan latihan soal nomor 1 dan 2.”
*****
Sore itu, ketika baru saja menutup pintu mobilnya, HP Remon berbunyi. Ia terpana ketika membaca nama yg muncul, Yolla.
“Ya, ada apa Yolla?”
“Bapak marah ya?! Kenapa setelah mengambil pensil Yolla dari lantai
Bapak tidak duduk kembali di kursi Bapak. Padahal hari ini Yolla
sengaja tidak pakai celana dalam agar Bapak bisa memandanginya!”
Lidah Remon tiba-tiba terasa kelu. Gila, katanya dalam hati. Si
Yolla ini bicara to the point. Berkesan vulgar. Menantang. Gadis itu
seolah tak peduli, atau memang tak mau peduli efek dari kalimat-kalimat
nakal yg diucapkannya.
“Aku tidak marah! Aku sedang memikirkan apakah aku masih akan
mendapatkan kesempatan memandang pangkal pahamu dari jarak sedekat itu.”
kata Remon setelah memutuskan untuk ‘masuk’ ke game yg lebih dalam
lagi.
Hanya orang bodoh yg menolakmu, katanya dalam hati. Bahkan kamu
bisa membuat semua lelaki menjadi bodoh dan tak berani membantah
keinginanmu. Lelaki mana yg berani menolak keinginan seorang gadis
remaja yg cantik dan seksi seperti kamu? Lelaki mana yg akan membantahmu
bila kau janjikan akan mendapatkan hadiah berupa sepasang paha ramping
dan panjang yg akan membelit pinggangnya?
“Bapak suka?”
“Suka banget! Apalagi kalau boleh dicium!”
“Bapak mau mencium paha Yolla?”
“Mau! Paha dan pangkalnya ya!”
“Ha?!”
“Apa nonok Yolla belum pernah dicium?”
Sejenak tak ada jawaban. Remon pun sempat ragu-ragu untuk
melanjutkan. Apakah mungkin si Yolla yg vulgar dan nakal itu masih
virgin? Belum pernah merasakan lidah lelaki menjilat-jilat bibir
nonoknya, mengisap-isap klitorisnya? Apakah mungkin ia belum pernah
menggosok-gosokkan dan menghentak-hentakkan celah nonok di bibir dan
hidung seorang lelaki? Kalau belum, mengapa ia mengatakan suka pada
kumisku?, tanya Remon dalam hati.
Cerita Ngentot Pelajar IGO Mesum Muritku
Birahiku,Cerita Seks Tante,Tante Binal Seks,Cerita Sex Istri,Cerita
Seks,Cerita Sex,Cerita Dewasa,Cersex,Cerita Ngentot,Cerita Panas,Cerita
Sex ABG,Cerita Bokep,Cerita Sedarah,Cerita Sex Pasutri,Cerita Seks
Mahasiswi,Cerita Sex remaja,Kisah Seks Remaja,Cerita Sex 2018
Rasa penasaran membangkitkan gairah kejantanannya. Bagian bawah
pusarnya mulai tegang ketika membaygkan keindahan bulu-bulu di sekitar
nonok itu. Bulu-bulu yg dapat ia tatap sepuas hatinya. Tidak hanya
pandangan sekilas seperti ketika ia memungut pensil dari depan kursi
gadis belia itu. Bulu-bulu halus yg masih pendek, yg membuat ia gemas
ingin menarikinya dgn bibirnya.
Menggelitiknya dgn kumisnya yg kasar. Gelitikan yg membuat pinggul
itu mengelinjang. Lalu ia akan menjilatnya. Dan karena tak sabar, gadis
itu akhirnya menarik kepalanya agar ia mencium dan menjilati bibir nonok
yg mungil itu. Ini kesempatan emas yg mungkin terjadi hanya sekali
seumur hidup, atau tidak akan pernah terjadi sama sekali! Take it or
leave it, katanya dalam hati.
“Hallo Yolla!”
“Kalau dicium di situ belum pernah. Kalau dahi dan pipi sering, dicium Papa.”
“Terserah Yolla deh. Aku akan menurut saja. Kalau hanya boleh
memandang saja, aku suka. Kalu diijinkan mencium, aku pun suka.
Dilarang, aku pun akan patuh.”
“Kalau suka, Yolla akan mengijinkan Bapak memandangnya lagi dari jarak dekat!”
“Kapan?”
“Mau sekarang?”
“Hah?!”
“Yolla sekarang ada di Mall Arion. Bapak jemput Yolla ya. Jangan
parkir. Masuk ke halaman mall dan melewati pintu depan. Yolla sekarang
berdiri di situ, buruan ya!”
“OK!”
*****
Remon tersenyum sambil melirik Yolla yg duduk di sebelahnya. Secara
material, walau hanya seorang guru matematika, ia tidak kekurangan. Ia
berasal dari keluarga yg berkecukupan. Ia memiliki rumah dan mobil sedan
yg baik pemberian orangtuanya. Ia mencintai matematika dan ingin
mengajarkannya kepada orang lain.
Cita-citanya hanya ingin membuat matematika menjadi sebuah ilmu yg
mudah untuk dimengerti. Sikapnya yg sabar ketika mengajar membuat ia
disukai murid-muridnya. Ia memang tidak ingin diarahkan orangtuanya
menjadi seorang pengusaha seperti yg dialami adiknya.
“Kita kemana?” tanya Remon memecah keheningan.
“Ke rumah Yolla saja. Di rumah Yolla hanya ada pembantu. Papa dan Mama sedang ke Singapore.”
“Karena sekarang tidak sedang di kelas, sebaiknya panggil langsung nama, jangan pakai Pak.”
“Benar? Nggak marah?”
“Benar! Walau perbedaan usia di antara kita mencolok, bukan berarti
kita harus membuat sekat pemisah. Sekat seperti itu sangat membatasi
ruang dan gerak.
Secara formal, kadang-kadang sekat seperti itu memang diperlukan
untuk menjaga jarak karena kita terikat pada norma dan etika. Kalau
informal, sekat-sekat itu tak diperlukan karena akan membatasi seseorang
dalam mengekspresikan dirinya. Setuju?” Yolla tertawa kecil mendengar
uraian Remon.
“Kayak menjelaskan rumus matematika saja!” komentarnya.
Ternyata gadis remaja itu tinggal di sebuah rumah besar dan mewah.
Yolla menggandeng tangan Remon menuju ruang keluarga yg terletak di
bagian tengah, lalu menghilang di balik salah satu pintu setelah aku
menghempaskan pantat di atas sebuah sofa besar dan empuk. Tak lama
kemudian, seorang pembantu datang meletakkan segelas minuman ringan di
hadapanku dan kemudian dgn terburu-buru menghilang kembali ke arah
belakang.
Cerita Ngentot Pelajar IGO Mesum Muritku
Birahiku,Cerita Seks Tante,Tante Binal Seks,Cerita Sex Istri,Cerita
Seks,Cerita Sex,Cerita Dewasa,Cersex,Cerita Ngentot,Cerita Panas,Cerita
Sex ABG,Cerita Bokep,Cerita Sedarah,Cerita Sex Pasutri,Cerita Sex
Janda,Cerita Seks Mahasiswi,Cerita Sex remaja,Kisah Seks Remaja,Cerita
Sex 2018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar