Cerita Sex Panas Ini
Berjudul”Cerita Sex Ngentot Dengan Mama Dan Bibi”Cerita Dewasa,Cerita
Sex,Cerita Panas,Cerita bokep,Cerita Ngentot,Cerita ABG,Cerita
Sedarah,Cerita Tante,Cerita Sex Selingkuh,Cerita Terbaru 2017
Cerita Sex- Namaku Roy, 32 tahun. Saat ini aku tinggal di
Bandung. Banyak yang bilang aku ganteng. Kisah yang akan aku tulis ini
ialah kisah nyata dheri pengalaman ngentot aku dengan mama dan bude aku.
Nonton Film Semi
Nonton Film Semi
Cerita Sex Ngentot Dengan Mama Dan Bibi
Cerita ini dimulai ketika aku berumur 20 tahun. Saat itu bude ratna
datang dan bermalam selama beberapa hheri di rumah karena suaminya
sgilag bteriakkat keluar kota. Cerita Dewasa 2015 Ngentot Memek Mama Dan
Bibiku Cerita Dewasa 2015 Ngentot Memek Mama Dan Bibiku Cerita Dewasa
2015 Ngentot Memek Mama Dan Bibiku Foto ABG Cantik Lagi Ngentot Dengan
Om Tajir 2yqn5cxo2odq89hcgvjhtsCerita Dewasa 2015 Ngentot Memek Mama Dan
Bibiku – Dia merasa sepi dan takut tinggal di rumahnya sendirian. bude
ratna berumur 32 tahun. Penampilannya biasa saja. Tinggi badan 160 cm.
Ramping. Tapi aku suka bodynya. Buah dada 36B, dan pantatnya besar
bulat. Aku suka lihat bude ratna kalau telah menggunakan celana panjang
ketat sehingga pantatnya sangat membentuk, mteriaksang. bude ratna ialah
adik kandung Papa aku. Cerita Dewasa 2015 Ngentot Memek Mama Dan Bibiku
– Waktu itu hheri aku tidak masuk kusarih. Aku diam di rumah bersama
mama dan bude ratna. Pagi itu, jam 10, saya lihat mama baru selesai
mandi. Mama keluar dheri kamar mandi menggunakan handuk menutupi dada
dan setengah pacuma yang putih mulus. Mama berumur 38 tahun. Sangat
mengnafsukan. Cerita Dewasa 2015 Ngentot Memek Mama Dan Bibiku – Saat
itu gak tahu secara tidak sengaja aku melihat mama membetulkan lilitan
handuknya sebelum masuk kamar. Terlihat toket mama walau gak begitu
besar tapi masih bagus bentuknya. Yang terutama jadi perhatian aku ialah
memek mama yang dihiasi bulu hitam gak begitu lebat berbentuk segitiga
rapi. Mungkin karena mama rajin mengasuhnya. Mama sepertinya tidak sadar
kalau aku sgilag melihatnya. Mama langsung masuk kamar. Hati berdebar
dan terbayang terus pemandangan tubuh mama tadi. Aku dekati pintu, lalu
aku intip dheri lubang kunci. Terlihat mama sgilag membuka lilitan
handuknya lalu mengeringkan rambutnya dengan handuk tersebut. Terlihat
tubuh mama sangat mengnafsukan. Terutama memek mama yang aku fokuskan.
Secara otomatis tangan aku meraba kontol dheri luar celana, lalu
meremasnya slow-slow sambil menikmati keindahan tubuh mteriaksang mama.
Karena telah tak tahan lagi, aku segera ke kamar mandi dan onani sambil
berimajinasi menyetubuhi mama. Sampai akhirnya.. Crot! Crot! Crot! Aku
klimak. Sore hherinya, waktu aku sgilag tiduran sambil membaca majalah,
tiba-tiba terdengar suara mama memanggil aku. “Roy..!” panggil mama.
“Ya, Ma…” sahut aku sambil bergegas ke kamar mama. “Ada apa, Ma?” tanya
aku. “Pijitin badan mama, Roy. Pegal rasanya…” kata mama sambil
tengkurap. “Iya, Ma…” jawab aku. Waktu itu mama menggunakan daster. Aku
mulai memijit kaki mama dheri betis. Terus sampai naik ke paha. Mama
tetap diam merasakan pijitan aku. Karena daster mama agak mengganggu
pijitan, maka aku bertanya pada mama, “Ma, dasternya naikin ya?
mengganggu nih…” tanya aku. “Emang kamu mau mijitan apa aja, Roy?” tanya
mama. “Seluruh badan mama,” jawab aku. “Ya telah, mama buka baju saja,”
kata mama sambil bangun, lalu melepas dasternya tanpa ragu. “Ayo
lanjutkan, Roy!” kata mama sambil kembali tengkurap. Darah aku berdesir
melihat mama setengah telanjang di depan mata. “Mama tidak malu buka
baju depan Roy?” tanya aku. “Malu kenapa? Kan anak kandung mama.. Biasa
sajalah,” jawab mama sambil memejamkan mata. Aku berdebar. Tanganku
mulai memijit paha mama. Sebetulnya bukan meimijit, istilah yang tepat
ialah mengusap agak keras. Aku nikmati usapan tangan aku di paha mama
sambil mata terus memandangi pantat mama yang menggunakan celana dalam
merah. Setelah selesai “memijit” paha, karena masih ragu, aku tidak
memijit pantat mama, tapi langsung naik memijit pinggang mama. “Kok
dilewat sih, Roy?” protes mama sambil menggoyangkan pantatnya. “Mm.. Roy
takut mama marah…” jawab aku. “Marah kenapa? Kamu kan emang mama pinta
mijitin.. Ayo teruskan!” pinta mama. Karena telah memperoleh angin, aku
mulai meraba dan agak meremas pantat mama dheri luar celana dalamnya.
Nyaman rasanya memijit dan meremas pantat mama yang bulat dan padat.
Kontol aku telah mulai makin keras. Mama tetap terpejam menikmati
pijitan aku. Karena birahi aku telah naik, aku sengaja memasukkan tangan
aku ke celana dalam mama dan terus meremasnya. Mama tetap diam. Aku
makin berani. Jheri tengah aku mulai menyusuri belahan pantat mama
sampai ke belahan memek mama. Jheri aku diam disana. Aku takut mama
marah. Tapi mama tetap diam sambil memejamkan mata. Aku mulai
menggerakan jheri tengah aku di belahan memek mama. Mama tetap diam.
Terasa memek mama mulai basah. Dan aku tahu kalau mama agak
menggoyang-goyangkan pantatnya, mungkin mama merasa enak menikmati jheri
aku di belahan memeknya. Itu perkiraan aku. Karena telah basah, aku
nekad masukkan jheri aku ke lubang memek mama. Mama tetap memejamkan
mata, tapi pantatnya mulai berputar agak cepat. “Roy, kamu ngapain?”
tanya mama sambil membalikkan badannya. Aku kaget dan takut mama marah.
“Maaf, Ma…” kataku tertunduk tidak berani memandang mata mama. “Roy
tidak tahan membatalkan birahi…” kataku lagi. “Nafsu apa?” kata mama
dengan nada lembut. “Sini berbhering dekat mama,” kata mama sambil
menggeserkan badannya. Aku diam tidak mengerti. “Sini berbhering Roy,”
ujar mama lagi. “Tutup dulu pintu kamar,” kata mama. “Ya, Ma…” kataku
sambil berdiri dan segera menutup pintu. Kemususan aku berbhering di
samping mama. Mama menatapku sambil mengelus rambut aku. “Kenapa
berbirahi dengan mama, Roy,” tanya mama lembut. “Mama marahkah?” tanya
aku. “Mama tidak marah, Roy.. Jawablah jujur,” ujar mama. “Melihat tubuh
mama, Roy tidak tahu kenapa jadi pengen, Ma…” kataku. Mama tersenyum.
“Berarti anak mama telah mulai dewasa,” kata mama. “Kamu benar-benar mau
akung?” tanya mama. “Maksud mama?” tanya aku. “Dua jam lagi Papa kamu
balik…” cuma itu yang keluar dheri mulut mama sambil tangannya meraba
kontol aku dheri luar celana. Aku kaget sekaligus bahagia. Mama mencium
bibir aku, dan akupun segera membalasnya. Kami saling mencium mesra
sambil tangan kami saling meraba dan meremas. “Buka baju kamu, Roy,”
kata mama. Aku menurut, dan segera melepas baju dan celana. Mama juga
melepas BH dan celana dalamnya. Mama duduk di tepi tempat tidur,
sgilagkan aku tetap berdiri. “Kontol kamu besar, Roy…” kata mama sambil
meraih kontol aku dan meremas serta mengocoknya. Enak rasanya. “Kamu
udah pernah maen dengan perempuan tidak, akung?” tanya mama. Sambil
menikmati enaknya dikocok kontol aku menjawab, “Belum pernah, Ma..
Mmhh..”. Mama tersenyum, gak tahu apa artinya. Lalu mama menherik pantat
aku hingga kontol aku hampir mengenai wajahnya. Lalu mama mulai
menjilati kontol aku mulai dheri kontol sampai ke kepalanya. Rasanya
sangat nikmat. Lebih nikmat lagi ketika mama memasukkan kontolku ke
mulutnya. Hjilatan dan permainan lidah mama sangat pandai. Tanganku
dengan keras memegang dan meremas rambut mama dengan keras karena
merasakan kepuasan yang amat sangat. Tiba-tiba mama menghentikan
hjilatannya, tapi tangannya tetap mengocok kontolku perlahan. “Enak
akung?” tanya mama sambil menengadah menatapku. “Iya, Ma.. Enak sekali,”
jawabku dengan suara tertahan. “Sini akung. Kontolmu udah besar dan
tegang. Sekarang cepat masukkan…” ujar mama sambil menherik tanganku.
Mama lalu telentang di tempat tidur sambil membuka lebar pacuma. Tanpa
ragu aku naiki tubuh mama. Aku arahkan kontolku ke lubang memeknya.
Tangan mama membimbing kontolku ke lubang memeknya. “Ayo, Roy..
Masukkan…” ujar mama sambil terus memandang wajahku. Aku tekan kontolku.
Lalu terasa kepala kontolku memasuki lubang yang basah, licin dan
hangat. Lalu kontol kontolku terasa memasuki sesuatu yang menjepit, yang
gak tahu bagaimana aku menjelaskan rasa nikmatnya.. Secara perlahan aku
keluarmasukkan kontolku di memek mama. Aku cium bibir mama. Mamapun
membalas ciuman aku sambil menggoyangkan pinggulnya mengimbangi goyangan
aku. “Enak, Roy?” tanya mama. “Sangat enak, Ma…” jawabku sambil terus
menyetubuhi mama. Setelah beberapa menit, aku hentikan gerakan kontol
aku. “Kenapa mama mau melakukan ini dengan Roy?” tanyaku. Sambil
tersenyum, mata mama terlihat berkaca-kaca. “Karena mama akung kamu,
Roy…” jawab mama. “Sangat akung…” lanjutnya. “Lagipula detik ini mama
memang sgilag ingin bersetubuh…” lanjutnya lagi. Aku terdiam. Tak berapa
lama aku kembali menggerakan kontol aku menyetubuhi mama. “Roy juga
sangat akung mama…” ujarku. “Ohh.. Roy.. Enakk.. Mmhh…” desah mama
ketika aku menyetubuhinya makin keras. “Mama mau keluar…” desah mama
lagi. Tak lama kurasakan tubuh mama menggelinjang lalu mendekap aku
erat-erat. Goyangan pinggul mama makin keras. Lalu.. “Ohh.. Enak
akungg…” desah mama lagi ketika dia mencapai klimak. Aku terus
menggenjot kontolku. Lama-lama kurasakan ada dorongan kuat yang akan
keluar dheri kontol aku. Rasanya sangat kuat. Aku makin keras menggenjot
tubuh mama.. “Ma, Roy gak tahann…” ujarku sambil mendekap tubuh mama
lalu menekan kontolku lebih dalam ke memek mama. “Keluherin akung…” ujar
mama sambil meremas-remas pantatku. “Keluherin di dalam aja akung biar
enak…” bisik mama mesra. Akhirnya, crott.. Crott.. Crott.. Air maniku
keluar di dalam memek mama. “Mmhh…” desahku. Lalu tubuh kami tergolek
lemas berdampingan. “Terima kasih ya, Ma…” ujar aku sambil mencium bibir
mama. “Lekas berbaju, Papa kamu sebentar lagi balik!” kata mama. Lalu
kamipun segera berbaju. Setengah jam kemususan Papa balik. Mama dan aku
bersikap seperti biasa dan terlihat normal. Malam hherinya, sekitar jam
11 malam, ketika mama dan Papa telah tidur, aku dan bude ratna masih
nonton TV. bude ratna menggunakan kimono. Sesekali aku lihat paha
mulusnya ketika kimononya tersingkap. Tapi tidak ada perasaan apa-apa.
Karena telah biasa melihat seperti itu. Tiba-tiba bude ratna bertanya
sesuatu yang mengejutkan aku,”ngapain kamu tadi sore lama-lama berduaan
ama mama kamu di kamar?” tanya bude ratna. “Hayo, ngapain..?” tanya bude
ratna lagi sambil tersenyum. “Tidak ada apa-apa. Aku mijitin mama,
kok…” jawabku. “Kok lama amat. Sampe lebih dheri satu jam,” tanyanya
lagi. “Curigaan amat sih, bude?” kataku sambil tersenyum. “bude cuma
merasa aneh saja waktu bude denger ada suara-suara yang bagaimanaa
gitu…” ujar bude ratna sambil tersenyum. “Kayak suara yang lagi enak…”
ujar bude ratna lagi. “Udah ah.. Kok ngocehnya ngaco ah…” ujarku sambil
bangun. “Maaf dong, Roy. bude becanda kok…” ujar bude ratna. “Kamu mau
kemana?” tanya bude ratna. “Mau tidur,” jawabku pendek. “Temenein bude
dong, Roy,” pinta bude. Aku kembali duduk dikursi di samping bude ratna.
“Ada apa sih bude?” tanyaku. “Tidak ada apa-apa kok. Hanya butuh temen
ngobrol saja,” jawab bude ratna. “Kamu telah mempunyai pacar, Roy?”
tanya bude ratna. “Belum bude. Kenapa?” aku balik bertanya. “Kamu tuh
ganteng, tinggi. Tapi kenapa belum mempunyai pacar?” tanya bude lagi.
“Banyak sih yang ngajak jalan, tapi aku tidak mau,” jawabku. “Apa kamu
pernah kissing dengan perempuan, Roy?” tanya bude ratna slow sambil
wajahnya didekatkan ke wajahku. Bibir kami hampir bersentuhan. Aku tak
menjawab. “Ni bude lagi horny kayaknya…” pikir aku. Tanpa banyak kata,
aku cium bibir bude ratna. bude ratnapun langsung membalas ciumanku
dengan hebat. Permainan lidah dan sedotan bibir kami main mainkan..
Sementara tanganku segera masuk ke balik kimono bude ratna. Lalu masuk
lagi ke dalam BH-nya. Lalu ku remas-remas toketnya dengan mesra sambil
ujung jheri aku memainkan puting toketnya. “Mmhh..” Suara bude ratna
mendesah tertahan karena kami masih tetap saling mencium. Tangan bude
ratnapun tidak diam. Tangannya meremas kontolku dheri luar celana
kolorku. Kontolku langsung tegang. “Roy, pindah ke kamar bude, yuk?”
pinta bude ratna. “Iya bude…” jawabku. Lalu kami segera naik ke loteng
ke kamar bude ratna. Setiba di kamar, bude ratna dengan tak sabar segera
melepas kimono dan BH serta CD-nya. Akupun segera melepas semua baju di
tubuh aku. “Ayo Roy, bude telah gak tahan…” ujar bude ratna sambil
senyum, lalu merebahkan badannya di kasur. Aku segera menindih tubuh
telanjang bude ratna. Aku cium bibirnya, pindah ke pipi, leher, lalu
turun ke toketnya. Aku jilat dan hjilat puting toket bude ratna sambil
meremas toket yang satu lagi. “Ohh.. Mmhh.. Royy.. Kamu pinter amat
sih.. Mmhh…” desah bude ratna sambil tangannya memegang kepala aku. Lalu
lidahku turun lagi ke perut, lalu ketika mulai turun ke selangkangan,
bude ratna segera melebarkan kakinya mengangkang. Memek bude ratna
bersih tidak berbau. Bulunya cuma sedikit sehing nampak jelas belahan
memeknya yang bagus. Aku segera jilati memek bude ratna terutama bagian
kelentitnya. “Ohh.. Sayang.. Enakkhh.. Mmhh.. Terus akung…” desah bude
ratna sambil badannya menggelinjang membatalkan nikmat. Tak berapa lama
tiba-tiba bude ratna mengepitkan kedua pacuma menjepit kepalaku.
Tangannya menekan kepalaku ke memeknya. “Oh, Roy.. bude keluar.. Nikmat
sekali.. Ohh…” desah bude ratna. Aku bangun, mengusap mulut aku yang
basah oleh air memek bude ratna, lalu aku tindih badannya dan kucium
bibirnya. bude ratna langsung membalas ciumanku dengan mesra. “Isep dong
kontol Roy, bude…” pintaku. bude ratna mengangguk sambil tersenyum.
Lalu aku kangkangi wajah bude ratna dan ku sodorkan kontolku ke
mulutnya. bude ratna langsung menghjilat dan menjilati kontolku dan
mengocok dengan tangannya sambil memejamkan matanya. Sangat enak
rasanya. Cara menghjilat dan menjilat kontolnya lebih pintar dheri mama.
“Udah bude, Roy udah pengen setubuhi bude…” kataku. bude ratna
melepaskan genggamannya, lalu aku arahkan kontol aku ke memeknya. “Ayo,
Roy.. bude telah tidak tahan…” bisik bude ratna. Lalu, bless.. sleb..
sleb.. sleb.. Kontolku keluar masuk memek bude ratna. “Roy kamu pinter
menyenangkan perempuan. Kamu pandai memberikan kepuasan…” kata bude
ditengah-tengah persetubuhan kami. “Ah, biasa saja, bude…” ujarku sambil
tersenyum lalu ku kecup bibirnya. Selang beberapa lama, tiba-tiba bude
ratna mempercepat gerakannya. Kedua tangannya erat mendekap tubuhku.
“Roy, terus setubuhi bude.. Mmhh.. Ohh.. bude mau keluar.. Ohh.. Ohh.
Ohh…” desahnya. Tak lama tubuhnya menggelinjang. Pacuma erat menjepit
pinggulku. Sementara akau terus memompa kontolku di memeknya. “Tente
udah keluar, akung…” bisik bude ratna. “Kamu hebat.. Kuat…” ujar bude
ratna. “Terus setubuhi bude, Roy.. Puaskan diri kamu…” ujarnya lagi. Tak
lama akupun mulai merasakan kalo aku akan segera klimak. Kupertcepat
gerakanku. “Roy mau keluar, bude…” kataku. “Jangan keluarkan di dalam,
akung…” pinta bude ratna. “Cabut dulu…” ujar bude ratna. “Sini bude
isepin…” katanya lagi. Aku cabut kontolku dheri memeknya, lalu aku
arahkan ke mulutnya. bude ratna lalu menghjilat kontolku sambil
mengocoknya. Tak lama, crott.. crott.. crott.. crott.. Air maniku keluar
di dalam mulut bude ratna banyak sekali. Aku tekan kontolku lebih dalam
ke dalam mulut bude ratna. bude ratna dengan tenang menelan air maniku
sambil terus mengocok kontolku. Lalu dia menjilati kontolku untuk
membersihkan sisa air mani di kontolku. Sangat nikmat rasanya besetubuh
dengan bude ratna. Aku segera berbaju. bude ratna juga segera mengenakan
kimononya tanpa BH dan CD. “Kamu hebat, Roy.. Kamu bisa memuaskan
bude,” ujar bude ratna. “Kalo bude butuh kamu lagi, kamu mau kan?” tanya
bude sambil mendekap aku. “Kapan saja bude mau, Roy pasti kasih,”
kataku sambil mengecup bibirnya. “Terima kasih, akung,” ujar bude ratna.
“Roy kembali ke kamar ya, bude? Mau tidur,” kataku. “Iya, sana tidur,”
katanya sambil meremas kontolku mesra. Kukecup bibirnya sekali lagi,
lalu aku segera keluar. Besoknya, setelah Papa bteriakkat ke kantor,
mama duduk di sampingku waktu aku makan. “Roy, semalam kamu ngapain di
kamar bude ratna sampe subuh?” tanya mama mengejutkanku. Aku terdiam tak
bisa berkata apa-apa. Aku sangat takut dimarahi mama. Mama tersenyum.
Sambil mencium pipiku, mama berkata,”Jangan sampai yang lain tahu ya,
Roy. Mama akan jaga rahasia kasarin. Kamu suka bude kamu itu ya?” tanya
mama. Plong rasanya perasaanku mendengarnya. “Iya, Ma.. Roy suka bude
ratna,” jawabku. “Baiklah, mama akan pura-pura tidak tahu tentang
kasarin…” ujar mama. “Kasarin hati-hatilah…” ujar mama lagi. “Kenapa
mama tidak marah,” tanya aku. “Karena mama pikir kamu telah dewasa.
Bebas melakukan apapun asal mau tanggung jawab,” ujar mama. “Terima
kasih ya, Ma…” kataku. “Roy akung mama,” kataku lagi. “Roy, bude dan
Papa kamu sgilag keluar.. Mau bantu mama gak?” tanya mama. “Bantu apa,
Ma?” aku balik tanya. “Mama ingin…” ujar mama sambil mengusap kontolku.
“Roy akan lakukan apapun buat mama…” kataku. Mama tersenyum. “Mama
tunggu di kamar ya?” kata mama. Aku mengangguk.. Sejak detik itu hingga
detik ini aku kawin dan mempunyai 2 anak, aku tetap bersetubuh dengan
bude ratna kalau ada kesempatan. Walau telah agak berumur tapi
kemengnafsukanan dan kemolekan tubuhnya masih tetap menherik. Baik itu
di rumah bude ratna kalau tidak ada Om, di rumah aku sendiri, ataupun di
panasel. Sgilagkan dengan mama, aku telah mulai jarang menyetubuhinya
atas permintaan mama sendiri dengan alasan tertentu tentunya. Dalam satu
bulan cuma 2 kali. Itulah pengalaman kisah nyata aku. Aku tuliskan
dengan sebenarnya
Cerita Dewasa,Cerita Sex,Cerita Panas,Cerita bokep,Cerita
Ngentot,Cerita ABG,Cerita Sedarah,Cerita Tante,Cerita Sex
Selingkuh,Cerita Terbaru 2018
Bocoran Togel Hari Ini
Bocoran Togel Hari Ini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar